Catatan pertemuan Persita Tangerang–Bhayangkara FC: 18-11-2021–24-01-2026
Arsip & Referensi · Periksa tanggal laga dan sumber pada isi artikel.
Ringkasan arsip data. Sampel pertemuan Persita Tangerang melawan Bhayangkara FC. Sampel berisi 8 pertandingan selesai, dari 18-11-2021 sampai 24-01-2026. Pertandingan di luar daftar tidak dimasukkan ke perhitungan.
Ringkasan sampel
Total gol pada skor pertandingan: 21, rata-rata 2.62 per laga. Sebanyak 3 laga memiliki skor imbang sebelum hasil adu penalti dipertimbangkan. Gol adu penalti tidak dijumlahkan sebagai gol permainan.
Untuk Persita Tangerang, skor permainan menunjukkan 3 menang, 3 seri, dan 2 kalah; gol 10 memasukkan dan 11 kebobolan. Label lokasi pada sumber: 4 kandang dan 4 tandang. Hasil adu penalti tetap dicatat terpisah pada detail laga.
Daftar pertandingan yang dihitung
| Tanggal WIB | Laga | Kompetisi | Hasil | Status |
|---|---|---|---|---|
| 24-01-2026 | Persita vs Bhayangkara FC | Liga 1 2025 | 1–1 | FT |
| 01-11-2025 | Bhayangkara FC vs Persita | Liga 1 2025 | 1–1 | FT |
| 17-12-2023 | Bhayangkara FC vs Persita | Liga 1 2023 | 3–0 | FT |
| 03-08-2023 | Persita vs Bhayangkara FC | Liga 1 2023 | 0–1 | FT |
| 11-02-2023 | Persita vs Bhayangkara FC | Liga 1 2022 | 1–0 | FT |
| 28-08-2022 | Bhayangkara FC vs Persita | Liga 1 2022 | 2–3 | FT |
| 01-03-2022 | Bhayangkara FC vs Persita | Liga 1 2021 | 2–2 | FT |
| 18-11-2021 | Persita vs Bhayangkara FC | Liga 1 2021 | 2–1 | FT |
Batas pembacaan
Cakupan kompetisi: Liga 1 2025 (2 laga); Liga 1 2023 (2 laga); Liga 1 2022 (2 laga); Liga 1 2021 (2 laga). Ringkasan ini bukan tabel klasemen resmi, tidak memberi poin liga, dan tidak mengukur kualitas lawan. Perbandingan skor lintas kompetisi harus memperhatikan format serta tahap pertandingan. Keunggulan penguasaan bola atau jumlah peluang tidak dapat ditentukan dari hasil akhir.
Sumber dan cakupan
Catatan arsip berbasis data API-Football / API-Sports; disusun 18-10-2026. ID pertandingan: 1403718, 1403654, 1030154, 1029996, 899741, 899584, 828046, 710459. Tautan laga membuka salinan data yang dipakai. Ketersediaan arsip tidak membuktikan seluruh pertandingan historis tercakup. Koreksi penyedia dapat mengubah hasil. Susunan pemain, kejadian dan statistik teknis yang tidak diberikan sumber tidak disimpulkan dari skor.